CerPen Cinta Terindah Yang Tersakiti
Cinta Terindah yang Tersakiti
Waktu itu aku kelas 2 SMP, umur ku 13 tahun jalan, masih imut dan mungil kali y....
Kalau bisa dibilang aku itu tidak terlalu suka kumpul bareng sama teman-teman cewek di kelas, ada yang bilang sikap ku dingin sama cewek, ada juga yang bilang aku sombong. Mereka tidak tahu kalau aku masih malu berdekatan dengan teman wanita.
Beberapa minggu kemudian, teman sekelas sekaligus tetangga ku dirumah "Nta", hanya dia yang akrab dengan ku, tapi banyak bertengkarnya. Baru ngomong sedikit dia sensi banget, aku gak pernah baek di matanya.
Hingga suatu saat kemudian, bertepatan dengan hari Purnama. Semua siswa di masing-masing kelas mengumpulkan uang dana punia untuk yadnya di Pura, saat aku mau membayar dana punia, tahu-tahunya sudah ada yang bayarin kata ketua kelas. Aku jadi bingung, siapa orang yang bayarin aku tadi. Waktu ada lomba Pajegan juga begitu,baru mau aku bayar,katanya sudah ada yang bayarin duluan. Makin penasaran ku dibuatnya, hingga suatu saat kelas ku berencana membeli poster pahlawan dan phas bunga untuk menghiasi kelas dengan cara mengumpulkan uang Rp. 3000,- per orang. Aku berpura-pura mau ke kantin nukar uang waktu proses pengumpulan uang itu, padahal aku sembunyi di balik pintu kelas. Tak lama kemudian terdengar suara "Eh...ini ku bayar Rp. 6000,-, satu dari aku dan satu lagi iyan". Setelah pengumpulan uang selesai, aku masuk ke kelas dan berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi tadi "Hey...ini uang ku untuk patungan", teman ku menjawab "sudah dibayarin tadi". Aku cuek aja waktu itu, setelah bel pulang sekolah berbunyi, semua siswa beranjak pulang dan aku paling awal keluar kelas. Aku lari agar cepat sampai dirumah, maksud ku mau nunggu dia sesampai dirumah. sepuluh menit kemudian dia lewat depan rumah ku, dengan cepat aku menghampirinya, "hey, sini bentar" dia jawab "ada apa". ku jawab "kenapa tadi kamu bayarin aku?terus waktu itu juga kamu yang bayarin aku kan?apa maksud kamu?
Tidak ada jawaban darinya, hanya memandang wajahku kemudian langsung lari. Aku semakin penasaran oleh sikapnya, semalaman aku mikirin dia, kenapa dia sering bayarin aku tanpa bilang dulu sama aku.
Seminggu kemudian ada yang aneh, dia lebih sering main kerumah ngobrol sama kakak perempuan ku. Entah apa yang dibicarakan, aku gak ambil pusing. Hingga suatu ketika di malam hari, kakak ku cerita soal nta yang sering kerumah. Ternyata dia suka sama aku, dia ingin aku menerima dia dan jangan menolak. kakak ku juga minta tolong agar aku mau menerimanya, aku jawab kalau aku gak suka. Tapi kakak ku terus saja memaksa agar menerimanya, alasannya karena dia cewek baik, sopan dan pintar. coba aja dulu jalanin, kalau tidak cocok ya jangan diterusin. Keesokan harinya hari Libur , semua siswa pergi ke pantai untuk Bersenang - Senang. aku berangkat dengan kakak ku, gak tahunya nta udah nunggu aku di depan, aku jalan berdua dan kakak ku jalan di belakang dengan teman lainnya. Rasanya canggung banget, kami cuma jalan biasa tanpa kata-kata. Sesampainya di pantai kami duduk berdua, saat itulah dia menyatakan cintanya blak-blakan..."yan aku suka sama kamu, aku cinta sama kamu!?kamu mau gak nerima aku jadi pacar mu??" jantungku berdetak kencang, bingung mau jawab apa, aku ingat kata kakak ku "jalanin aja dulu, kalau gak cocok jangan diterusin". Karena aku diam saja, dia tanya lagi "km mau gak yan?", seketika aku jawab "iya, aku mau".
Awal jadian memang agak canggung, namun lama kemudian semua jadi biasa-biasa saja. Setiap hari kami jalan berdua menuju sekolah, pulang sekolah kami jalan berdua juga layaknya pasangan sehat jalan santai.
Hanya saja saat tiba depan rumah ku, dia selalu mencium pipiku, begitupun aku dan kemudian dia pulang juga. Hari-hari terasa selalu indah, hingga aku lupa bagaimana rasanya sedih itu.
Ku pikir itu tidak akan pernah berubah, hingga setahun kemudian disaat kami menginjak kelas 3 SMP, dia mengikuti pramuka di sekolah, kegiatan berlangsung di suatu tempat. Awalnya baik-baik saja, tidak ada masalah sedikitpun. Itu karena aku tidak tahu kejadiannya selama kemah berlangsung, ternyata dia ada main dengan laki-laki yang jauh lebih dewasa. Hingga akhirnya mereka jadian dalam waktu tiga hari itu. Tak bisa kubayangkan dia melakukan itu padaku, tanpa sebab dia berselingkuh dibelakang ku. Aku tahu itu dari teman baik ku, awalnya aku tidak percaya dan dia pun bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa. Dua hari setelah kemah itu selesai, kami jalan pulang sekolah bersama. Namun aku jalan beberapa langkah di depannya dengan penuh kekecewaan dan sakit hati, tak lama dia mulai berlari memegang tanganku dan berkata
Nta: "kamu kenapa kok diam aja dari tadi, ngomong nae", aku terdiam sejenak di pertengahan jalan...
iyan: yank, aku mau tanya, tolong kamu jujur sekarang. Saat kegiatan kemah itu kamu ngapain aja?apa benar kamu dekat sama cowok waktu itu?
Nta: aku gak pernah dekat sama cowok lain yank, cuma kumpul-kumpul biasa aj. Kok kamu ngomong kayak gitu?siapa yang bilang gitu sama kamu?
iyan: terus cowok yang namanya Zilion itu siapa?
Nta: itu cuman temen baru kenal aj, kenapa sih?
iyan: Beneran? kamu tahu ayu kan, dia bilang sama aku kalau kamu jadian sama cowok itu?aku yakin karena dia ikut kemah juga waktu itu.
Nta: Eemm.....
iyan: kenapa diam?jawab nae.
Nta: Maafin aku, memang benar aku jadian sama dia......
Air mata ku langsung keluar saat mendengarnya, aku langsung pergi meninggalkannya. Dia berkali-kali memanggilku, aku dengar tapi kaki ini tak bisa berhenti melangkah menjauh darinya.
Tidak ada komentar apapun dari mulut ku, hanya terdiam begitu saja. Semangat sekolah pun hampir sirna, setiap melihatnya rasanya ingin caci maki saja. tapi tak bisa kulakukan karena tak bisa menyembuhkan sakit hatiku, pertama kali pacaran sudah mengalami hal yang begitu menyakitkan.
Dan aku yakin,suatu saat nanti dia juga akan merasakan sakit hati seperti ini oleh cowok lain bahkan mungkin lebih sakit lagi. Semenjak itu aku mulai bangkit lagi dan belajar dengan giat......
Terima kasih Tuhan...
Engkau telah tunjukkan kepada ku, kalau dia tidak pantas untuk kucintai.....
Sekian Dan Terimakasih
Jangan Lupa Share Ke Teman Teman Kalian Agar Cerita Ini Bermanfaat Bagi Kalian Semua
Ambil Hikmah Nya Saja
Ikutin Terus CerPen Dari Saya
